Minggu, 01 Desember 2013

Tata Kelola Hutan


Potret Pelaksanaan Tata Kelola Hutan: Sebuah Studi Mendalam di Provinsi Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat


Laporan ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk memotret kesenjangan dalam pelaksanaan tata kelola (governance) di sektor kehutanan di Indonesia, dengan fokus pada provinsi Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Penerbitan laporan ini tidak terlepas dari kerjasama yang telah terbangun di antara Jaringan Tata Kelola Hutan Indonesia dengan World Resources Institute, serta dukungan dan kontribusi dari mitra kerja daerah, yaitu Yayasan Santiri dan Gema Alam di Nusa Tenggara Barat, serta Yayasan JARI di Kalimantan Tengah. Jaringan Tata Kelola Hutan Indonesia, terdiri dari beberapa organisasi masyarakat sipil, yang saat ini mencakup ICEL, HuMA, Sekala, Telapak dan FWI.
Hasil analisis Bappenas yang diperkuat oleh kajian berbagai pihak menyebutkan bahwa tata kelola, penataan ruang, tenurial, manajemen hutan (termasuk penegakan hukum) adalah beberapa persoalan pokok dan mendasar dari kehutanan Indonesia. Melihat kondisi ini, maka Jaringan Tata Kelola Hutan Indonesia (Governance Forest Initiative – GFI) berinisiatif melakukan serangkaian penilaian (assessment) terhadap kondisi pengelolaan hutan di Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada seperangkat indikator penilaian yang telah dikontekstualisasikan dengan karakteristik kehutanan di Indonesia. Setelah melalui beberapa tahapan selama kurang lebih 1,5 tahun, pada akhirnya dihasilkan sebuah dokumen kriteria dan indikator tata kelola hutan yang sesuai dengan konteks negeri ini. Indikator ini merupakan sebuah dokumen hidup yang akan terus diperkaya sesuai dengan perkembangan yang terjadi.
Jaringan Tata Kelola Hutan Indonesia memilih 4 (empat) aspek prioritas dari governance, yaitu Transparansi, Partisipasi, Akuntabilitas, dan Koordinasi. Keseluruhan indikator diarahkan untuk menilai kondisi dari 4 isu utama kehutanan yaitu Tenurial, Perencanaan ruang / lahan, manajemen kehutanan, dan pendapatan (revenues) dari sektor kehutanan. Keempat isu tersebut kami yakini mampu mewakili keseluruhan aspek pengelolaan hutan dari hulu hingga hilir. Kami memahami bahwa keempat isu tersebut masih mungkin untuk berkembang di kemudian hari, oleh karena itu metodologi (termasuk indikator) yang dikembangkan ini memang diarahkan untuk menjadi sebuah hal yang hidup dan berproses.
Untuk melakukan analisis keempat aspek tersebut, penelitian ini menekankan adanya jaminan hukum (rules) yang memberikan landasan bagi pelaksanaan tata kelola yang baik; aktor yang menjalankan landasan hukum tersebut; serta praktik (aktualisasi) tata kelola kehutanan yang telah dijamin oleh peraturan perundangan. Hasil penilaian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan sebuah gambaran lengkap mengenai kondisi jaminan hukum, aktor dan praktik tata kelola kehutanan di dua provinsi (Kalimantan Tengah dn Nusa Tenggara Barat) yang dipilih sebagai lokasi penelitian. Tentunya penilaian yang dilakukan di dua provinsi belum dapat mewakili Indonesia secara keseluruhan. Namun, paling tidak penilaian ini dilakukan di dua daerah dengan karakteristik yang berbeda sehingga diharapkan dapat menjadi awal untuk mewakili keberagaman kondisi di Indonesia.

Sabtu, 30 November 2013

Tata Kelola Hutan Indonesia

kebakaran hutan,asap,pemadam kebakaranPasukan pemadam kebakaran hutan departemen kehutanan, Manggala Agni, berusaha memadamkan api yang merambat di hutan Kabupaten Siak, Riau. (Feri Latief)
Sekelompok aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penyelamatan Hutan Indonesia dan Iklim Global, mendesak pemerintah untuk memperjelas langkah-langkah yang akan ditempuh guna menyelesaikan berbagai masalah di tata kelola hutan di Indonesia dengan target utama penurunan emisi gas rumah kaca.
Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dengan usaha sendiri dan mencapai 41 persen dengan kerjasama internasional, dari kondisi tanpa adanya rencana aksi (business as usual).
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/9) lalu, pihak koalisi menyerukan strategi untuk reformasi secara mendasar tata kelola hutan dan lahan gambut menjadi lebih demokratis, adil, dan lestari demi keselamatan lingkungan dan masyarakat.
Mereka menyampaikan aspirasi agar konflik-konflik kehutanan yang tersisa dan tertuang di Strategi Nasional Reduksi Emisi dari Deforestasi Degradasi Hutan dan Lahan Gambut (REDD+) benar-benar dituntaskan dan memastikan kepatuhan semua institusi dalam pelaksanaannya.
Di dalam Strategi Nasional terkandung antara lain soal perizinan, penegakan hukum, kasus hak wilayah hutan masyarakat adat. Badan Pengelola REDD+ terbentuk pada 2 September 2013 melalui penetapan Peraturan Presiden No. 62/2013.
Di tengah kondisi pengelolaan hutan yang saat ini "sakit", Badan REDD+ sebetulnya diharap dapat membawa terobosan perbaikan dan angin segar untuk mengubah paradigma dan mereformasi sistem pengelolaan hutan. Proses pembentukan Badan REDD+ sendiri makan waktu hingga lebih dari dua tahun.
malinau,hutan alam,kalimantan utaraAir sungai yang masih jernih membuktikan betapa terpeliharanya kawasan hulu Malinau, salah satu kabupaten pada Provinsi Kalimantan Utara—disahkan pada Oktober 2012 (Tantyo Bangun/National Geographic Indonesia)
Staf Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim Agus Purnomo pada pernyataan saat Badan REDD+ baru terbentuk, mengatakan, sebagaimana dilansir Mongabay Indonesia, proses mendirikan badan ini berlangsung lama dan menyeluruh.
“Badan REDD+ bukti upaya global mengurangi emisi, melestarikan hutan Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati luar biasa, dan akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan masyarakat adat yang hidup bergantung kepada sumber daya hutan," ujarnya.

Namun, badan ini menunjukkan berbagai kelemahan inheren sejak lahir sehingga memicu pertanyaan akan keseriusan pemerintah mereformasi tata kelola hutan. Teguh Surya dari Greenpeace, bertutur, Badan REDD+ minim terobosan karena walaupun tugas dan fungsi regulasi ini cukup jelas sebagai sebuah badan setingkat menteri di bawah Presiden, tapi belum cukup untuk menyelamatkan hutan Indonesia yang masih ada, memberi perlindungan bagi hutan tambahan serta menyokong pemulihan lingkungan hutan.
Ia menyampaikan, muatan Perpres No. 62/2013 juga mengandung jebakan definisi, mengartikan deforestasi sebagai "perubahan secara permanen dari areal berhutan menjadi berhutan". Maka, pembukaan hutan tanaman industri (HTI) maupun kebun sawit bisa menjadi tidak termasuk di dalam definisi deforestasi.
"Kompleksitas permasalahan kehutanan di Indonesia tidak dapat diperbaiki hanya dengan proyek REDD+, berapa pun besar nilainya," tambah Deddy Ratih Bioregion & Climate Campaigner Walhi.
"Kecuali diikuti dengan perombakan mendasar pada lembaga-lembaga di sektor seperti kehutanan, pertambangan dan pertanian/perkebunan." Terkait mekanisme pendanaan; koalisi berpandangan sumber pendanaan harusah mandiri dan menolak bentuk yang terikat, supaya independen dan berdaulat.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Perawatan Rambut

Masalah kerontokan rambut hingga menyebabkan kebotakan 90-95 % disebabkan oleh adanya faktor genetik. Memang tak hanya faktor genetik (keturunan) yang menjadi salah satu faktor dari masalah kebotakan rambut atau kerontokan rambut, ada faktor penyebab lainnya yang dapat menyebabkan kerontokan hingga kebotakan rambut, seperti kelebihan atau kekurangan vitamin A dan protein, masalah psikologis seperti depresi atau stress sehingga menimbulkan masalah kerontokan rambut yang kronis yang kemudian disebut sebagai Telogen Effluvium.
 Jika masalah kerontokan rambut hingga berdampak buruk terjadi kebotakan rambut sudah diketahui sejak dini segera atasi masalah kerontokan rambut terlebih dahulu, jika masalah kerontokan rambut dirasa cukup parah dan kronis konsultasikan kepada pakar rambut terbaik atau dermatologi, agar mendapat penangganan secara cepat sebelum kerontokan semakin parah.
Adapula cara untuk menumbuhkan rambut dengan pemberian obat penumbuh rambut, seperti :
Minoxidil
Masalah kerontokan rambut memang tidak semudah yang diharapkan berjalan cepat dan harus memerlukan pengorbanan yang besar mulai dari tenaga hingga biaya. Minoxidil merupakan obat yang dapat membantu menumbuhkan rambut dan memperlambat kerontokan rambut pada pria yang masih dalam usia produktif. Minoxidil kini sudah banyak dijual dipasaran bebas dan mudah didapat di apotek. Obat minoxidil ini dapat diterima oleh FDA (Pengawas Obat Amerika) namun di Indonesia sendiri belum diketahui secara pasti apakah minoxidil ini dapat diterima dan sudah terdaftar di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Rambut rontok memang sangat menyebalkan, terutama bagi kaum remaja wanita hingga wanita dewasa memang masalah kerontokan rambut tidak hanya dialami oleh wanita saja, sebagian pria juga ada yang mengalami masalah dengan kerontokan rambut hingga mengalami kebotakan ringan sampai permanen. Namun masalah kerontokan rambut paling banyak dialami oleh wanita dibanding pria, sekitar 36% wanita mengalami masalah kerontokan rambut dan 16 % pria yang mengalami kerontokan rambut. Penyebab rambut rontok disebabkan oleh banyak faktor penyebab, misalnya : menggunakan pewarna rambut, terlalu sering melakukan perawatan di salon yang menggunakan bahan kimia, model rambut yang sering bergonta-ganti dengan rentan waktu yang telalu cepat dari sebelumnya, ketombe, faktor genetik, faktor psikologis, sb.
Masalah kerontokan rambut dapat diatasi dengan melakukan perawatan dan memperhatikan perkembangan dan kesehatan rambut.
Berikut ada beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan dalam merawat rambut dari masalah kerontokan rambut, seperti :
1. Biarkan rambut memiiliki warna asli. Jangan mewarnai rambut secara berlebihan dengan pewarnaan zat kimia. Rambut yang sering diwarnai dapat merusak perkembangan rambut karena zat kimia yang berasal dari pewarna rambut akan diserap oleh sel-sel rambut yang dapat mengakibatkan lambatnya pertumbuhan rambut yang sehat.
2. Ketika selesai keramas, biarkan rambut kering dengan sendirinya tanpa harus dikeringkan dengan menggunakan hair dryer, karena akan merusak rambut dan membuat rambut menjadi kering.
3. Jangan menyisir rambut dalam keadaan basah. Bila anda memang mempunyai masalah kerontokan rambut, hindarilah menyisir rambut saat rambut masih dalam keadaan basah.
4. Jika anda memiliki rambut yang panjang namun cenderung lebih tipis, disarankan untuk dipotong pendek dan dibentuk model rambut sesuai dengan keinginan anda. Hal ini guna membantu mencegah rabut yang rontok secara berlebihan dan membuat tampilan rambut anda terkesan tebal.
5. Jangan terlalu sering menggunakan topi, karena menggunaan selam 1 hari akan membuat suhu udara di sekitar kepala anda menjadi panas dan sirkulasi udara menjadi terhambat, memungkinkan produksi keringat semakin banyak dan membuat kulit kepala anda semakin tersiksa. Gunakan topi saat hendak berpergian saja untuk menghindari pancaran langsung sinar matahari.
6. Jika anda sedang dalam program diet atau menurunkan berat badan, sebaiknya tetap menjaga asupan makanan dan kebutuhan akan keseimbagan nilai gizi untuk tubuh sehingga tubuh tidak kekurangan atau kehilangan sumber gizi yang penting. Tak hanya tubuh yang membutuhkan protei, vitamin dan komponen nilai gizi lainnya, rambut pun memerelukan hal yang serupa layaknya tubuh.
7. Cukupi kebutuhan akan protein akan tubh dan rambut, guna untuk membantu pembentukan dan perbaikan dari jaringan tubuh yang rusak, termasuk rambut. Dengan memenuhi dan mencukupi 1/6 dari total kalori dari makanan seperti daging, ikan, keju, dan kacang. Zat besi juga dibutuhkan untuk menyehatkan rambut dengan mengkonsumsi jenis makanan seperti sereal, kacang polong, ikan, unggas, daging dan sayuran hijau yang baik untuk tetap menjaga kesehatan rambut.
8. Jika kerontokan rambut disebabkan adanya faktor keturunan. Anda dapat mencoba menggunakan larutan yang mengandung minoxidil yang berfungsi untuk mengembalikan kesuburan rambut, memperlambat dan mencegah kerontokan rambut secara permanen baik untuk pria maupun wanita. Pengobatan dengan larutan minoxidil ini digunakan 2x sehari secara terus menerus karena efeknya akan berkurang setelah pemakaian dihentikan.
9. Jika masalah kerontokaen rambut dirasakan semakin parah, konsultasi segera dengan ahli masalah kerontokan rambut atau dermatologi.